Nunukan

DKPP Nunukan Gelar GPM Perdana 2026, Beras, Gula, Minyak Ludes Diserbu Warga

×

DKPP Nunukan Gelar GPM Perdana 2026, Beras, Gula, Minyak Ludes Diserbu Warga

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Menyambut bulan suci Ramadan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di wilayah perbatasan.

Kegiatan yang menjadi agenda perdana tahun 2026 ini dipusatkan di dua lokasi, yakni Kelurahan Nunukan Selatan dan Alun-Alun Nunukan, Rabu (18/02/2026).

Meski sempat diguyur hujan deras, antusiasme warga tak surut. Sejak pagi, masyarakat tampak memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Pelaksana kegiatan GPM, Nuraini, mengatakan program ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi kecenderungan kenaikan harga menjelang Ramadan.

“Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini merupakan yang pertama kami lakukan di awal tahun. Kami membawa beras lokal, beras Ikan Terbang, tepung, gula, minyak goreng, dan telur,” kata Nuraini kepada MataKaltara.com, Jumat (20/02/2026).

Ia menyebutkan, gula, telur, dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak diburu warga.

Meningkatnya kebutuhan rumah tangga, terutama untuk persiapan bahan takjil dan konsumsi selama Ramadan, membuat sejumlah komoditas cepat habis terjual.

Adapun rincian harga yang ditawarkan dalam GPM ini yakni beras lokal 10 kilogram seharga Rp125.000, beras Ikan Terbang 5 kilogram Rp78.000, minyak goreng Rp16.000 per liter, gula Rp13.000 per kilogram, telur Rp55.000 per rak, serta tepung Rp9.000 per kilogram.Semula, kegiatan direncanakan digelar di tiga titik, termasuk Kelurahan Nunukan Barat.

Namun, karena hujan deras, pelaksanaan hanya dapat dilakukan di dua lokasi.

“Walaupun diguyur hujan deras, kami tetap melanjutkan kegiatan karena warga yang datang untuk membeli semakin banyak,” ujarnya.

Nuraini berharap Gerakan Pangan Murah ini dapat meringankan beban masyarakat selama Ramadan.

Ia juga mengakui, harga sejumlah komoditas cenderung mengalami kenaikan, khususnya bahan pokok yang didatangkan dari Malaysia, yang turut dipengaruhi fluktuasi nilai tukar ringgit.

“Dari GPM ini, pemerintah daerah berupaya memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page